Gemercik air hujan terdengar jelas di telingaku, membasahi pepohonan yang semula kering menjadi basah kuyup hingga terlihat begitu subur. Sebasah hatiku dan juga adikku, karena tersiram oleh air mata kesedihan. Sedih sepeninggal kedua orang tuaku kemarin siang akibat tabrakan maut. Kini....aku harus memikul sendiri beban kehidupanku dan adikku. Aku harus bekerja walaupun aku masih duduk di bangku SMA. Aku harus mempertahankan pendidikan adikku, meski hanya bekerja sebagai penjual donat dan buruh cuci.
Jumat, 30 September 2011
Rabu, 16 Maret 2011
Kasih Sayang Seorang Ibu...,
Ini adalah sebuah kisah tentang nilai kasih saying ibu dari seorang anak yeng melihat ibunya sibuk di dapur. Kemudian ia menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu kepada ibunya tersebut. Si ibu lalu membersihkan tanannya dan segera menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya……
1. Pergi ke Warung : Rp. 20.000
2. Menjaga Adik : Rp. 20.000
3. Membuang Sampah : Rp. 5.000
4. Membereskan Tempat Tidur : Rp. 10.000
5. Menyiram BUnga : Rp. 15.000
6. Menyapu Halaman : Rp. 15.000
Jumlah : Rp 85.000
Selesai membaca, si Ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Lalu si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibalik kertas tersebut.
1. Ongkos mengandungmu selama 9 bulan : GRATIS
2. Ongkos berjaga malam karena menjagamu : GRATIS
3. Ongkos air mata yang menetes karenamu : GRATIS
4. Ongkos khawatir karena selalu memikirkanmu : GRATIS
5. Ongkos menyediakan makan, minum, dan keperluanmu : GRATIS
Jumlah seluruh kasih sayangku : GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah mebaca. Si anak menatap wajah ibu, lalu memeluknya dan berkata “Aku Sayang Ibu”. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya : “ Telah Dibayar”.
Renungankanlah..........,
Tapi keranda yang dipandu manusia
Bekal kita bukanlah uang atau harta
Tetapi amal dan ibadah
Baju yang kita pakai bukanlah levis
Tapi kain kafan
Yang melayani kita bukanlah pramugari
Tapi malaikat Munkar dan Nangkir
Penerbangan kita bukanlah di Jepang atau USA
Tapi di kuburan
Paspor kita bukanlah INA
Tetapi Islam
Tempat tidur kita bukanlah spring bad
Tetapi tanah yang penuh dengan binatang
Maka, ingatlah dengan semua itu, janganlah engkau bangga dan puas
Atas harta yang engkau miliki di dunia ini
Karena semua itu hanyalah titipan Allah sementara, yang akhirnya akan kembali pada-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)
